Self image ini juga merupakan suatu bagian yang penting dalam suatu profesi. Dimana self image ini merupakan citra bagi profesi tersebut. Bagaimana suatu profesi dipandang oleh profesi itu sendiri dan bagaimana juga profesi lain memandang profesi tersebut. Apakah dipandang baik atau buruk. Sama seperti pembahasan sebelumnya, pandangan dari luar merupakan suatu feedback dari bagaimana pandangan dari dalamnya. Suatu pandangan atau citra dari sebuah profesi akan mempengaruhi harga diri dari profesi tersebut.
Contoh dalam kehidupan nyata yang saya alami. Saya adalah mahasiswa Keperawatan Unpad, tentu saya adalah calon perawat. Dimana perawat adalah salah satu profesi yang citranya masih “kurang” di lingkungan masyarakat. Jujur, saya masuk ke keperawatan hanya karena terlempar, saya hanya mengikuti saran dari ibu saya untuk memilih keperawatan di pilihan ke-2. Ya.. Alhamdulillah saya bisa lolos di SBMPTN pada pilihan ke-2 ini di Keperawatan Unpad. Jujur, saya tidak begitu mengenal apa itu perawat pada saat itu. Yang saya ketahui saat itu hanyalah, perawat adalah seorang “pembantu” dokter. Dan pemikiran ini pun sampai sekarang masih banyak ter-mindset di banyak masyarakat. Sering juga saya ditanya orang, “Yu, sekarang kuliah dimana?”, untuk menjawabnya saya sedikit malu, mengapa? Ya karena mindset saya perawat itu profesi yang tidak “keren”, perawat hanya seorang “pembantu” dokter.
Tetapi setelah masuk keperawatan ini mata dan hati saya terbuka, bahwa sebenarnya itu adalah suatu citra yang SALAH BESAR bagi perawat. Perawat adalah profesi yang sangat berjasa dalam kesehatan, ia bekerja dengan penuh kasih sayang, cinta, dan caring. Bukan hanya pembantu seorang dokter, perawat sama pentingnya dengan seorang dokter. Perawatlah yang berinteraksi langsung dengan pasien. Sebenarnya perawat mempunyai kontribusi yang sangat besar dalam dunia kesehatan. Dokter tidak akan bisa bekerja secara optimal tanpa kolaborasi dengan perawat. Karena DOCTOR IS CURING, BUT NURSE IS CARING.
Namun, citra perawat di masyarakat sampai saat ini masih negatif. Perawat identik dengan setan, kuntilanak, dan sosok yang menakutkan. Jadi, siapa yang sebenarnya salah? Apakah orang lain atau kita perawat sendiri? Menyalahkan orang lain atau diri sendiri? Menyalahkan orang lain tidak akan ada habisnya karena pada umumnya orang mempunyai sikap ego, tidak mau disalahkan ia merasa dirinyalah yang paling benar. Oleh karena itu, lebih baik kita sendiri, perawat yang memperbaiki citra kita. Lalu bagaimana merubah citra perawat agar menjadi lebih baik? Semua ada di tangan kita sebagai perawat. Kita harus merubah mindset masyarakat dengan membuktikan bahwa perawat merupakan profesi yang mempunyai kontribusi besar dalam dunia kesehatan. Perawat adalah pasukan terbesar yang ada di dalam suatu rumah sakit. Maka dari itu, citra suatu rumah sakit sebagian besar dipengaruhi oleh perawat.
Pada intinya, semua citra yang terbentuk dan tersebar ke masyarakat adalah bagaimana kita memandang profesi kita sendiri. Apakah kita sendiri telah mencintai profesi? Jika kita sudah mencintai profesi kita sendiri, lingkungan luar akan memandang positif profesi kita juga.
“LOVE YOUR SELF AND THEN THE WORLD WILL LOVE YOU”
Referensi:
http://www.naqsdna.com/2013/02/self-image-healing-rahasia-meningkatkan.html
http://www.mayoclinic.org/healthy-living/adult-health/in-depth/self-esteem/art-20045374
http://www.mtstcil.org/skills/image-1.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Self-image
Yosep, Iyus, SKp., MSi. 2014. Modul Personality Development tentang Self Image: “Pencitraan Diri Perawat” pada tanggal 19 November 2014



